BERITA




Seminar : Bagaimana Mengurangi Pajak Anda?
Kamis, 29 Maret 2012 - 22:38:50 WIB | Diposting oleh: Administrator | Dibaca: 690

Mungkinkah jumlah setoran pajak seseorang (Wajib Pajak Pribadi) atau Perusahaan (Wajib Pajak Badan) mendapatkan pengurangan? Hal itu terjawab pada Seminar yang bertemakan “Anda Peduli Pekerjaan Tuhan, Kami Peduli Bagaimana Pengurangan Pajak Penghasilan Anda/Perusahaan Anda”.
 
Seminar ini diadakan oleh PGLII (Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga Injili Indonesia) wilayah DKI Jakarta bekerja-sama dengan Lemsakti (Lembaga Sumbangan Agama Kristen Indonesia) di GBI Season City, Jakarta (Senen, 26/3). 
 
Membuka seminar, Pdt. Simson Pudjianto, STh (Ketua Pengurus Wilayah PGLII Jakarta) menyampaikan renungan singkat dari nats Markus 17:24-27.  Nats tersebut menceritakan kisah nyata bagaimana Yesus Kristus mengajarkan agar para murid-Nya dan masyarakat Israel pada waktu itu untuk membayar pajak kepada Kaisar. Bahkan, Yesus juga membayar biaya masuk ke dalam Bait Allah (Matius 17:24-27).  
 
Dengan berpikir ke arah masa depan, Pdt. Simson menegaskan, bisa saja gereja-gereja besar dari luar negeri membuka cabang di Indonesia karena gereja tersebut taat membayar pajak perdagangan di Indonesia. Bahkan, imbuhnya, mal cukup nyaman dan tenang melakukan kegiatan usaha sebab pengelolanya membayar pajak. 
 
Selanjutnya, Pdt.Simson menjelaskan dalam rangka mengembangkan PGLII khususnya di Jakarta, maka dibuat Komisi Khusus Penggalangan Dana,yaitu satu komisi yang didirikan untuk  mengawasi dan mengelola keluar masuknya dana yang didapat dari usaha-usaha lain dilu uar iuran dari Sinode / Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga yang ada dibawah PGLII.
 
Salah satu bentuk kerja-sama tersebut yaitu menggandeng  LEMSAKTI (Lembaga Sumbangan Agama Kristen Indonesia),sebuah lembaga yang resmi diakui pemerintah bisa mengeluarkan SSK(Sertifikat Sumbangan Keagamaan). Sertifikat tersebut sebagai tanda bukti jika seseorang telah memberikan sumbangan untuk  pelayanan dan tanda itu dilampirkan saat membayar pajak agar wajib pajak mendapatkan pengurangan pajak.
 
Mitra kesepakatan telah ditanda-tangani dan keputusan bersama telah disepakati bahwa setiap anggota PGLII diwajibkan memberi sumbangannya melalui PGLII dan dalam hal ini diwakili PGLII DKI Jakarta. Hal ini bertujuan agar segala bantuan yang diberikan kepada gereja-gereja pra sejahtera terjaga independensinya. Dengan demikian, gereja tersebut tidak mengubah status menjadi cabang dari salah satu gereja lokal (pemberi sumbangan/donatur, Red).
 
PGLII Jakarta Melalui Komisi Khusus Penggalangan Dana memberi nama Gospel Cares Ministry, bidang yang bekerja sama dengan Lemsakti dan 5 Program unggulan yaitu Pertama, Gospel Cares Religion : bantuan untuk mendirikan tempat ibadah,memberikan bantuan bagi Gembala Sidang pra sejahtera, dan bea siswa kepada anak-anak Hamba Tuhan. Kedua, Gopel Cares Education : memberikan bantuan bea siswa kepada jemaat, meningkatkan kualitas pendidikan (1 orang sarjana tiap keluarga, mendirikan sekolah-sekolah). Ketiga, Gospel Cares Economic : memberikan bantuan peningkatan kualitas SDM, membuka kesempatan kerja, membantu usaha keluarga pra sejahtera. Keempat, Gospel cares Healthy : memberikan bantuan pengobatan bagi mereka yang tidak memiliki asuransi (kesehatan, Red).
 
Antonius Nathan MTh selaku Ketua Bidang Profesi PGLII Jakarta memaparkan bahwa kerja-sama PGLII Jakarta dengan Lemsakti bertujuan untuk menjadi jembatan penghubung kesejahteraan umat, negara dan korporat.Ketika jemaat atau perusahaan menyalurkan bantuan (sumbangan, Red) melalui Lemsakti, maka mereka akan mendapatkan keuntungan (keringanan pajak, Red). Ia memberikan contoh, jika penghasilan seseorang Rp. 500.000,- dan ia menyumbang sebesar Rp. 100.000,- melalui Lemsakti maka ia membayar pajak dari angka Rp. 400.000,-. Meskipun demikian, Antonius mengingatkan bahwa konsep sumbangan tersebut tidak mempengaruhi perpuluhan kepada gereja Tuhan. Artinya, seorang jemaat tetap wajib mempersembahkan persepuluhannya secara utuh.
 
Banyaknya orang percaya yang “pindah haluan” alias iman di wilayah tertentu, diakibatkan oleh minimnya perhatian para pemimpin gereja. Hal itu disampaikan oleh Dr. Mahli Sembiring, MhD.MMSc.Msi.DCTS.CPA.BKP selaku Wakil Musyawarah Pendiri Lemsakti dan Ketua Umum Lemsakti.
 
Ia menjelaskan, melalui donasi para jemaat atau korporat (perusahaan, Red), maka Lemsakti bisa melakukan pelayanan secara maksimal, khususnya menjangkau wilayah pedalaman. Caranya yaitu membeli banyak pesawat udara yang bisa mendarat di lokasi terpencil. Hal lain yang telah dicapai oleh Lemsakti yaitu mengubah tanah perang (lokasi pertempuran antar suku) menjadi area bermain anak-anak, sehingga perang dapat dihindarkan secara maksimal.
 
Secara teknis, Mahli menjelaskan ketika perorangan atau perusahaan memberikan sumbangan diatas nominal Rp. 1 juta, maka ia akan mendapatkan dokumen administrasi non pemerintah yaitu Sertifikat Sumbangan Keagamaan (SSK). Selanjutnya, SSK ini akan digunakan sebagai bukti untuk mengurangi penghasilan bruto dalam penghitungan pajak penghasilan. Jika sumbangan bernilai dibawah Rp. 1 juta, maka Lemsakti akan menerbitkan selembar kuitansi. Tanda terima tersebut memiliki bobot nilai dan penggunaan yang sama dengan SSK.
 
Selanjutnya, nilai sumbangan yang tercantum pada kuitansi atau SSK tersebut dituliskan pada formulir 1770 (SPT) butir nomor 6 untuk OP (perorangan, Red) pada kolom zakat atau sumbangan wajib. Khusus untuk WP (Wajib Pajak,Red) Badan (gereja atau perusahaan) dituliskan pada lampiran II pada kolom perincian biaya-biaya usaha lainnya. Laporan keuangan Lemsakti bisa diaudit oleh Irjen Kemenkeu (Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan), BPK, BPKP.
 
Selain memberikan sumbangan dalam bentuk tunai, donatur bisa juga memberikan bantuan dalam bentuk barang misalnya sebuah mobil ambulans. Lemsakti akan memberikan tanda terima dalam bentuk nominal (angka) sesuai dengan harga ambulans tersebut.
 
Manfaat yang diperoleh donatur jika memberikan sumbangan melalui Lemsakti ialah mendapatkan keringanan pajak, terarah dan menunjang program Lemsakti. Program tersebut meliputi yaitu Pertama, Indonesia mengasihi yang memberikan bantuan dalam bidang pencegahan bencana alam, penanggulangan bencana alam dan non alam. Kedua, Indonesia sejahtera yaitu menciptakan lapangan kerja. Ketiga, Indonesia cerdas ialah pemberian bea siswa bagi siswa yang tidak mampu (1 keluarga 1 sarjana). Keempat, Indonesia prima yaitu bidang kesehatan masyarakat. Kelima, Indonesia rohani meningkatkan nilai-nilai kerohanian termasuk mendirikan dan mengembangkan desa dan kota.
 
Kerja-sama PGLII Wilayah DKI Jakarta dan Lemsakti
 
Keberadaan Lemsakti adalah untuk menggalang dan mengelola peran serta masyarakat dan dunia usaha secara aktif untuk mewujudkan Indonesia yang sejahtera, demokratis dan berkeadilan sebagai tindakan nyata membantu Pemerintah memenuhi dan melaksanakan tanggung jawabnya sebagaimana diamanatkan dalam pembukaan UUD 1945.
 
Lemsakti sebagai lembaga independen yang memiliki hak dan wewenang berdasarkan peraturan perundang-undangan memberikan fasilitas perpajakan kepada penyumbang PGLII Jakarta yaitu produk administrasi non keuangan dalam bentuk Sertifikat Sumbangan Keagamaan (SSK) yang dapat dijadikan bukti untuk mengurangi penghasilan bruto dalam penghitungan pajak penghasilan. Acara diakhir dengan paparan secara ringkas cara pengisian SPT Perorangan dan Badan oleh Hanny (Konsultan Pajak), khususnya berkaitan dengan pelampiran SSK.
 
Landasan Hukum 
 
UU RI Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Perubahan Keempat Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 Tentang Pajak Penghasilan, Pasal 9 butir (1) mengatur untuk menentukan besarnya Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap tidak boleh dikurangkan : huruf (g). Harta yang dihibahkan, bantuan atau sumbangan, dan warisan, kecuali sumbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1)......sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib bagi pemeluk agama yang diakui di Indonesia, yang diterima oleh lembaga keagamaan yang dibentuk atau disahkan oleh Pemerintah, yang ketentuannya diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Pemerintah. 
Pada tanggal 20 Agustus 2010 ditetapkan PP (Peraturan Pemerintah) Nomor  60 Tahun 2010 Tentang zakat atau sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib yang boleh dikurangkan dari penghasilan bruto, yang melengkapi aturan pelaksanaan dari UU (Undang-Undang) Nomor 36, Tahun 2008.
 
Dijelaskan PP 60/2010 mengatur bahwa sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto meliputi sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib bagi pajak orang pribadi pemeluk agama selain Islam dan atau oleh wajib pajak badan dalam negeri yang dimiliki oleh pemeluk agama selain agama Islam, yang diakui di Indonesia yang dibayarkan kepada lembaga keagamaan  yang dibentuk atau disahkan oleh Pemerintah.
 
Selain itu, perangkat hukum lain yang berkaitan dengan hal-hal diatas yaitu Peraturan Menteri Keuangan Nomor 254/PMK.03/2010, tanggal 28 Desember 2010 tentang  Tata Cara Pembebanan Zakat atau Sumbangan Keagamaan Yang Sifatnya Wajib Yang Dapat Dikurangkan Dari Penghasilan Bruto. 
 
Kerja-sama PGLII Jakarta-Lemsakti
 
Tanggal 15 Juli 2011 disahkan Lemsakti sebagai lembaga yang sah menerima dan mengelola sumbangan keagamaan Kristen Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama RI No. DJ. III/KEP/HK.00.5/290/2011. Selanjutnya pada tanggal 24 Februari 2012 bertempat di Kantor Kementerian Agama RI, PGLII Jakarta yang diwakili oleh Pdt. Simson Pudjianto STh, Hasudungan Manurung, SH (Sekretaris Pelaksana) PGLII Jakarta dan Dr. Mahli Sembiring (Ketua Umum Lemsakti) ditanda-tangani Kemitraan Program Indonesia Rohani antara PGLII DKI Jakarta dengan Lemsakti. 
 
Dengan penanda-tanganan kerja-sama tersebut, kedua belah pihak sepakat bahwa The Gospel Ministry akan mewakili PGLII dalam menerima dan mengelola dana sumbangan yang diberikan kepada pelayanan pekerjaan Tuhan. Dana tersebut selanjutnya akan disalurkan ke seluruh tubuh Kristus yang membutuhkan, khususnya umat Kristen dibawah naungan PGLII. [pram]
 
Jika pembaca atau donatur ingin berpartisipasi dalam pelayanan ini atau ingin mendapatkan info lebih lanjut, silahkan menghubungi :
 
Sekretariat PGLII DKI Jakarta
Telepon No. 021. 563.02.52, Faks No. 021.563.57.48, Email: pengda_pglii@ymail.com
Atau :
Lemsakti
Telepon No. 021.381.25.83, Faks No.021. 384.68.32
E-mail : lemsakti@gmail.com
Situs : http://lemsakti.blogspot.com  
Sumber : www.sinodegbi.org



Komentar (0)



Komentar :
Nama
Email
Komentar
(Kode Verifikasi)


counter hit make