BERITA




Syarat Utama Penuaian Jiwa
Senin, 11 Juni 2012 - 10:52:16 WIB | Diposting oleh: Administrator | Dibaca: 1038

Doa Pengerja 30 Mei 2012
 
Gaya hidup para murid Kristus pasca kenaikan-Nya ke Surga dipaparkan Pdt. Niko Njotorahardjo pada acara Doa Pengerja di SICC Sentul, Kabupaten Bogor (Sabtu, 02/6). 
2 nats utama Ia kutip yaitu KIS 1: 8 “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi”.
 
KIS 2:42-47 “Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. ...dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, ...”.
 
Gaya hidup tersebut yaitu pertama, unity (persatuan, bersatu, sehati, Red). Segala kepunyaan mereka adalah juga milik bersama. Pdt. Niko mendefinisikan sebagai pemberian dari pihak yang lebih kepada pihak yang kekurangan.
 
Pdt. Niko berpendapat bahwa penuaian jiwa akan terjadi bila semua orang percaya bersatu (unity, Red). Ia memberikan contoh tentang tindakan Elia yang berdoa minta agar api Tuhan turun menyambar mezbah yang terdapat 12 batu dan korban persembahan (hewan, Red), serta air.
 
12 batu itu melambangkan 12 suku Israel yang dipersatukan. Untuk konteks Perjanjian baru, Pdt. Niko mengutip nats Yohanes 17:20-23 “Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu”.
 
Gaya hidup kedua ialah “Restorasi Pondok Daud”. Hal ini berbicara tentang doa, pujian dan penyembahan, bersatu (unity, Red) siang dan malam.   Hal ini adalah salah satu unsur penting dalam penuaian jiwa. “Jika kita satu (bersatu) maka dunia akan mengetahui bahwa Yesus adalah Tuhan. Jika kemuliaan-Nya turun maka setiap lutut akan bertelut dan semua lidah mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan. Hal ini akan menghasilkan penuaian jiwa. New Wave (gelombang baru) berkaitan dengan kemuliaan Tuhan yang akan turun sehingga kita akan menjadi satu,” ujarnya.
 
Pengerja GBI Daan Mogot 
 
Sembari mengutip tulisan Pdt. (Alm) Eka Darma Putra, Gembala GBI Gatot Subroto ini mengatakan, unity gereja jika dilakukan karena adanya aniaya maka hal itu tidak akan bertahan lama. Sebaliknya, jika hal itu didorong oleh kemuliaan Tuhan yang turun, maka unity itu bisa abadi (langgeng).
 
Pdt. Niko menjelaskan makna beberapa peralatan pada Kemah Suci dan pada masa Perjanjian Lama khususnya pada era Raja Daud yang berhubungan dengan Pujian dan penyembahan serta doa. Alat tersebut yaitu cawan (doa), kecapi (pujian dan penyembahan) dan kaki dian. Menurutnya, ketiga alat tersebut saat ini sedang mengarah ke tanah air.
 
Dengan nada optimis Pdt. Niko menegaskan agar para generasi penerus (muda,Red) jangan sampai diambil dunia dan hidup mencari jalan sendiri. 3 generasi di Indonesia yakni dewasa, pemuda dan remaja akan dipakai Tuhan secara luar biasa. Mazmur 128:4 “Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN. Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion, supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu,  dan melihat anak-anak dari anak-anakmu! Damai sejahtera atas Israel !”.
 
Di sela-sela kotbahnya, Pdt. Niko mengutip kesaksian beberapa hamba Tuhan luar negeri antara lain Judith Javira Gonzales. Ia mengatakan saya melihat malaikat turun naik ke Surga dari lantai 12 SICC ini. Rumah (tempat,Red) ini harus disebut sebagai “Rumah Doa” bagi segala bangsa. Aku (Tuhan, Red) mencari sebuah “rumah”. Surga takhta-Ku, bumi pijakan kaki-Ku. Aku telah menentukan “istirahat” di tempat ini (SICC, Red)”.
 
Selain itu, Judith menubuatkan bahwa Pdt. Niko akan dipakai Tuhan untuk menyatukan stream lain di dunia. Maksud nubuatan itu ialah Pdt. Niko akan dipakai Tuhan sebagai penggerak dalam doa, pujian dan penyembahan. Kelak, SICC akan dipakai sebagai lokasi berbagai pertemuan-pertemuan. Rekan-rekan sepelayanan seperti PGI dan HKBP akan hadir ke lantai 12 untuk berdoa bersama. 
Seolah mengenang kembali penutupan WPA II (Jumat, 18/5) di SICC Sentul, terdapat 6 wakil dari dunia, 4 wakil Aras Nasional dan 2 wakil JDN yaitu Pdt. Niko dan Daniel Panji yang melakukan penutupan acara tersebut.
 
Menunjuk koran nasional Kompas (Sabtu, 02/6) yang berjudul “Unity in Diversity”, dirinya yakin bahwa Tuhan Yesus sayang kepada Indonesia. Pdt. Niko mengulas singkat WPA I di Korea Selatan yang diadakan di Yoido Plaza 28 tahun lalu. Setelah itu, WPA II di gelar di Indonesia (SICC, Red).
 
Dampak WPA I tersebut menghasilkan berkat materi dan rohani untuk Korea Selatan. Negara ini mengirimkan misionari ke berbagai negaradi dunia. Namun, dengan nada prihatin Pdt. Niko menirukan ucapan salah seorang peserta WPA II dari Korea Selatan bahwa 10 tahun terakhir, gereja-gereja di sana mengalami penurunan khususnya para gererasi muda.
 
Kalimat penutup Pdt. Niko yaitu fokus kepada pemberi berkat (sumber berkat, red) bukan fokus kepada berkat semata. “Kaki dian sedang pindah ke Indonesia,” ujarnya. Doa Pengerja selanjutnya akan diadakan pada hari Sabtu, 30 Juni 2012. [pram].



Komentar (0)



Komentar :
Nama
Email
Komentar
(Kode Verifikasi)


counter hit make